HomeArsipKontak

Catatan Harian

Road to Sukau ... · Mar 5, 02:05 AM

Pagi hari ketika meluncur dari Bandarlampung, rombongan saya menyinggahi markas Pimpinan Daerah Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia (Pekat) Brigade Rayon II di jalan raya Soekarno Hatta Rajabasa. Pada kesempatan apel tersebut saya mengajak dan mengingatkan agar seluruh personal Pekat tetap menjaga kesatuan dengan seluruh unsur masyarakat. Jangan karena berbeda kelompok kita kemudian terpecah belah. Tetaplah menjaga etika kesantunan di mana saja kepada siapa saja dengan tetap mempertahankan kewaspadaan, sebuah pernyataan yang dijawab dengan seruan “..Siaap!!” oleh seluruh peserta apel yang berjumlah 250-an orang itu. Seorang komandan regu menyatakan bahwa apel ini bersifat rutin agar selalu siap jika sewaktu-waktu diperlukan. Tidak dijelaskannya maksud “sewaktu-waktu diperlukan” itu.

Usai sarapan pagi saya dan rombongan yang terdiri dari 12 kendaraan roda empat itu meluncur cepat kembali ke arah Kota Liwa. Perjalanan sejauh 32 km itu ditempuh kurang lebih 35 menit. Kali ini acara yang disambangi adalah Pengajian Akbar yang diselenggarakan oleh Forum Silaturahi Wanita Muslimah se Lampung Barat. Tiga ribuan undangan yang didominasi kaum wanita, memadati GSG milik Pemda Lampung Barat itu. Pengajian akbar ini dikomandani oleh Suhema, wanita aktivis yang juga ketua LSM Mandiri. Hadir dalam acara tersebut Sekab Lambar Drs. Hi. Sudirman, M.M. mewakili Bupati, Ketua DPRD Lambar, Ketua Majelis Ulama Lambar, dan Dr. Yusron Hamid Ketua BKSPPI (Badan Kerjasama Pondok-pondok Pesantren Indonesia) Provinsi Lampung. Pada kesempatan itu, saya yang menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat BKSPPI Lampung kembali memohon doa restu dan dukungan dari segenap yang hadir akan maksud pencalonan saya dalam bursa gubernur Lampung sekaligus memaparkan secara singkat visi dan misi kepemimpinan saya ke depan. Beberapa kali terdengar tepuk sorak gemuruh sebagai gambaran harapan dan optimisme. Pada akhir sambutan saya juga menyerahkan langsung santunan kepada 40-an anak yatim dan piatu yang hadir pada acara tersebut.

Seperti biasanya, saya kembali didaulat untuk menyanyi. Sesuai dengan nuansanya lagu yang dipilih bertajuk Bulan Romadhon dan satu lagu daerah. Suasana pengajian berubah seperti suasana konser. Meskipun dengan sound system ala kadarnya tetapi tidak mengurangi kepuasan hadirin dalam menikmati lagu yang saya bawakan :) . Dalam perjalanan pulang saya dan rombongan singgah di pekon Batu Brak, arah timur luar kota Liwa. Meskipun dikejar waktu, acara pelantikan sukarelawan empat kecamatan (Belalau, Sukau, Batu Brak, dan Balik Bukit) berjalan lancar dan penuh semangat. Dua belas orang dari setiap kecamatan dimotori oleh Amrah Bangsawan dari Kecamatan Sukau, menyatakan siap berjibaku untuk pemenangan saya, sungguh sebuah kehormatan yang tak ternilai. Tetapi kembali saya mengingatkan agar para sukarelawan tetap menjaga kesatuan dan kerukunan. Meskipun ada yang mungkin belum atau tidak sejalan dengan kita, kita tidak boleh terpecah belah sebagai anggota masyarakat. Kita harus tetap menjaga kebersamaan dan kesantunan dalam bermasyarakat tetapi tetap waspada, pernyataan yang disambut teriakan “…Siaaap..!!!” dari para sukarelawan dan simpatisan.

Kenapa kata waspada selalu tekankan? Ini ada kaitannya dengan upaya-upaya tak terpuji untuk memprovokasi dan medskreditkan saya. Penurunan atau perusakan spanduk dan alat sosialisasi lain, sms yang bermuatan fitnah, tidak perlu kita balas dengan cara yang sama. Kita lakukan saja cara-cara yang baik tak perlu membalas dan tidak perlu dicari siapa pelakunya. Sebenarnya, saya masih ingin lebihlama lagi bersilaturahmi disana, tetapi panggilan dari pemimpin partai di Jakarta untuk kepastian partai yang akan mendukung saya telah menunngu. Insyaallah, 1-2 hari ini “perahu” PKB dapat kita peroleh kepastiannya, dan malam ini saya ditunggu Ibu Yenny (Sekum PKB) untuk penyimpulan masalah itu. Begitu juga PAN dan Demokrat. Doakan saja 3 “perahu” dapat kita peroleh dan semua berjalan lancar.

Entah kenapa saya masih saja diberikan jatah menyanyi? apa karena suara saya begitu merdunya? hahaha.. sebenarnya, rasanya senang juga sih bisa menyanyi dihadapan ribuan orang, apalagi ribuan orang itu pendukung saya, tidak ada salahnya khan menghibur pendukung sendiri. Lagu yang dipilih adalah lagu dangdut, sekadar menyesuaikan dengan suasana, selain itu, saya juga Ketua Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI) Provinsi Lampung. Nah, apalagi?

Pukul 16.15 saya ke Jakarta naik pesawat untuk memastikan “perahu”. Sepertinya, di Indonesia lebih murah beli yatch dari pada perahu? hehehe..

Salam.

Komentar