Catatan Harian
RACHAEL THIAS IZZATULJANNA · Mar 14, 04:59 AM
RACHAEL THIAS IZZATULJAMMA
Kebanyakan orang mungkin berharap, trahnya diawali oleh keturunan berjenis kelamin laki-laki, yang dalam biologi dilambangi dengan simbol ♂, tameng dan tombak: perkasa dan pelindung. Tetapi dia lahir persis 1 Februari 2008, pk. 7.30 di R.S. Graha Husada. Bobotnya 3,5 kg dengan panjang 50 cm. Dia memang perempuan, tetapi cantik, sehat, dan nampak bersemangat sejak lahir. Buat saya, itu yang terpenting. Dia adalah cucu pertama dari anak kedua saya Anna Tiasi. Bapaknya lelaki berdarah campuran Jawa – Sunda kelahiran Jakarta dan lebih banyak menghabiskan waktu di Jakarta. Mereka bertemu ketika sama-sama menyelesaikan S-2 Marketing Communication di Universitas Indonesia. Jadi bisa dibayangkan betapa gado-gadonya latar belakang budaya yang dimiliki mantu saya ini. Beruntungnya saya, dia pandai meracik gado-gado yang enak sehingga menjadi bagian yang pas bagi seluruh keluarga besar kami.
Ayahnya bernama Roy Suryono. Huah, mirip dengan nama pakar telematika yang bergelar Raden Mas dari Surakarta itu. Kalau ditanya apakah dia masih ada hubungan dengan Roy Suryo, maka dia menjawab “..Ya, no..”. Tapi soal kepakaran, saya pikir dia boleh juga. Bukan di bidang bedah forensik digital pada kasus-kasus manipulasi image digital di dunia maya seperti yang dialami Sandra Dewi yang cantik itu. Dia pandai membedah peluang bisnis dari hal-hal yang kelihatannya sepele tetapi ternyata bernilai tinggi. Pernah terfikir oleh anda bahwa satu liter urine sapi berharga Rp 50.000? Nah, di tangannya, dengan kebersamaan yang sinergi dengan seorang laki-laki berpendidikan sederhana tetapi berotak doktor, istilah dia, limbah cair dan padat dari kandang-kandang ternak sapi di Lampung Tengah diubahnya menjadi liquid fertilizer yang memiliki keunggulan komparatif dalam harga, mutu produksi tanaman, dan dampak lingkungan. Dia bukan Damien sang ilusinois, dia seorang rasionalis. Di tengah jungkir baliknya petani memperoleh pupuk yang makin langka dan mahal, ia hadir memberi solusi, bagi petani, bagi peternak, sekaligus bagi perbaikan kondisi lingkungan yang rusak oleh penggunaan pupuk an organik. Seharusnya saya memberi perhatian dan dorongan lebih besar padanya untuk mengelola usahanya itu, terutama untuk mendukung program ketahanan pangan yang telah tiga tahun sukses di Lampung Tengah. Nepotisme? Saya yakin tidak, karena bukan atas dasar hubungan bapak – anak, tetapi antara bupati dengan SDM yang memang telah menunjukkan potensi dan karyanya. Lampung Tengah, Provinsi Lampung, bahkan Indonesia membutuhkan lebih banyak tenaga-tenaga muda yang kreatif, pekerja keras, dan memiliki cita-cita bagi masyarakatnya. Ada Roy Suryo di bidang telematika, ada Roy Suryono di bidang pupuk organik. Pasti anda setuju, apalagi kalau anda berada pada posisinya :)
Saya tidak keberatan dia numpang di web saya ini untuk mengiklankan produknya. Dan saya juga sangat tidak keberatan jika anda menggunakan produknya untuk keperluan kebun, kolam, tambak, bahkan untuk pengelolaan sampah yang ada di wilayah anda. Semua persyaratan ilmiah dan administratif untuk pelepasan sebuah produk telah dilakukannya sesuai prosedur. Kelihatannya dia mulai fokus pada usaha yang satu ini. Moga-moga saja dia berhasil, karena bisnis apapun tidak dapat disandarkan pada apapun kecuali pada ketekunan dan perhitungan. Putri kecilnya pasti memberi inspirasi besar padanya untuk ikut berkiprah atas tumbuh dan berkembangnya putra-putri petani menjadi generasi unggulan, sebagaimana produk unggul yang dihasilkannya.
Ya, begitu sibuknya saya antara urusan tugas sebagai bupati dan proses pencalonan dalam pilkada Gubernur Lampung sampai terasa betapa sedikit waktu tersisa buat keluarga. Bahkan menulis catatan harian ini pun baru sempat saya lakukan sekarang. Si mungil Rachel, juga putra putri saya lainnya meskipun telah dewasa dan mandiri, tetaplah anak dan cucu yang berhak atas perhatian dan bimbingan batin dari orang tuanya. Tetapi untuk sementara waktu mungkin saya harus menggantungkan tugas pendampingan itu pada sosok perempuan yang selalu setia mendampingi saya sekian puluh tahun. Istri saya. Ia jarang menampakkan diri di khalayak umum, tetapi selalu tahu kapan energi potensialnya saya perlukan.
Doakan saya dan keluarga agar selalu mampu memegang amanah atas apapun yang kami lakukan. Karena semua itu akan dikembalikan pertanggungjawabannya kepada Sang Pemilik Alam Semesta ini. Laa ilaha ilallah.
Komentar
« sebelumnya selanjutnya »
Kritik dan saran alamatkan ke:



Isi website ini terkecuali komentar dan/atau buku tamu yang ada adalah tanggung jawab sepenuhnya dari Andy Achmad Sampurna Jaya. Koleksi gambar pribadi yang ada dalam domain andyachmad.com adalah hak cipta dan sepenuhnya milik Andy Achmad Sampurna Jaya. Dilarang keras menggunakan gambar pribadi yang ada dalam website ini tanpa izin tertulis dari Andy Achmad Sampurna Jaya dan segala bentuk pelanggaran akan ditidak lanjuti sesuai dengan hukum dan perundangan yang berlaku di Indonesia.
hehehe good :)yang kompetitif memang harus di support pak! tapi alangkah baiknya jika pengetahuan itu bisa di sebarluaskan, sehingga setiap orang bisa merasakan manfaat lebihnya.
— luki ishwara · Apr 16, 02:26 AM · #