Catatan Harian
Tanpa Titik Balik · May 23, 11:04 PM
Saya fikir tak perlu saya tulis bagaimana rumitnya jalan yang harus saya tempuh untuk menuju BE-1. Cukuplah itu menjadi bagian catatan hidup saya. Kadang sulit membedakan mana kesungguhan, permainan, dan intrik, mana teman, mana yang bukan. Ya, memang begitulah politik. No permanent friends nor enemies but interest.
Tapi hari ini, hari pertama pemberlakuan harga baru BBM, akhirnya saya dapat meyakinkan masyarakat yang meminta saya untuk memasuki bursa pencalonan gubernur Lampung tahun 2008. Rekomendasi tertulis DPP Partai Demokrat telah saya kantongi. Surat bernomor 50/RKMD/DPP.PD/V/2008 ditandatangani tanggal 23/05/2008 di Jakarta oleh Sekjen H. Marzuki Alie, S.E., M.M. dan Ketua Umum Hadi Utomo ini melegalkan jalan saya untuk mengikuti pilkada melalui jalur partai. Bersama-sama dengan PBR yang memiliki 4 kursi dan Partai Demokrat yang memiliki 6 kursi di DPRD Lampung, maka persyaratan perahu partai dengan perolehan 10 kursi atau akumulasi perolehan suara 15% pada Pemilu 2004 dapat saya raih. Lega? Bagaimana mungkin? Ini toh baru permulaan dari perjuangan berikutnya.
Menumpahkan kegembiraan dan kelegaannya, sebagian relawan yang hadir dalam pertemuan itu meneriakkan ungkapan kegembiraan. Saya maklum akan ekspresi itu. Bagi saya sendiri, ini bukan sebuah kemenangan, tetapi hanya sebuah mata rantai proses atau anak tangga yang harus saya tapaki. Pertanyaannya adalah setelah perahu ini saya peroleh, lalu apa? Saya sadari kandidat lain telah melaju jauh di depan dengan berbagai janji, bertabur atribut, posko, dan sebagainya. Saya sadari banyak pihak termasuk juga orang-orang yang bersimpati dan mengharapkan saya maju yang dengan gemas mempertanyakan kenapa saya belum melakukan manufer apa-apa. Ada yang bilang Andy Achmad terlalu percaya diri, sebaliknya juga ada yang bilang saya tidak punya manajemen yang bagus. Bahkan mungkin banyak anggota tim saya juga mempertanyakan hal-hal itu.
Tetapi, sebelum itu, saya ingin terlebih dahulu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan moral dan material kepada saya dalam melalui tahapan yang rumit dan penuh spekulasi ini. Ucapan terima kasih terutama saya tujukan kepada seluruh jajaran birokrasi pemerintahan Kabupaten Lampung Tengah yang paling merasakan dampak dari kesibukan pribadi saya menempuh proses ini. Memang tidak sampai terjadi kekosongan pimpinan pemerintahan, bagaimanapun saya memiliki Wakil, Kepala-Kepala Dinas, Sekretaris Kabupaten dan seluruh struktur yang telah berjalan menurut aturan dan mekanisme yang berlaku. Mereka tetap dapat bertemu saya meskipun mungkin sedikit lebih jarang.
Pada pelantikan pejabat eselon dua Kabupaten Lampung Tengah beberapa waktu lalu di Gunung Sugih, saya telah menyampaikan kata pamit untuk melanjutkan perjalanan saya ini, meninggalkan jabatan Bupati yang masih dua setengah tahun lagi saya jabat. Itu adalah ketentuan perundangan yang harus saya patuhi. Belum pernah saya merasakan demikian terharu, sehingga sulit untuk tidak mengatakan bahwa saat itu saya hampir menangis :)
Ucapan pamit itu bukanlah pemutusan hubungan lahiriah apalagi hubungan batin. Saya bukan pengembara yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa tujuan. Tujuan saya sangat jelas: melakukan segala daya upaya untuk memakmurkan bumi Lampung dan menghilangkan label provinsi termiskin nomor 2 di Sumatera. Jadi meskipun saya tidak lagi menjabat Bupati Lampung Tengah, perjalanan saya ini juga untuk tujuan yang sama seperti di Lampung Tengah.
Manajemen tim? Yah, tentu saya memikirkan itu semua. Dua kali mengikuti pilbup tentu saja saya memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang bagaimana mengelola tim manajemen yang efektif. Selama ini saya memberi kesempatan kepada seluruh personal yang menjadi tim saya untuk berimprovisasi. Tetapi pasti saya mengamati siapa, apa yang dikerjakan, bagaimana pola kerjanya, seberapa motif dukungannya. Kalau harus saya katakan, tentu saja saya mengantongi semua kalkulasi itu. Pada saat tulisan ini saya buat, tim saya di Andy Achmad Center masih bergelut dengan berbagai persiapan untuk memulai tahapan yang sesungguhnya. Saya tidak menjanjikan apa-apa kepada mereka, kecuali mengatakan bahwa jika saya berhasil, maka keberhasilan itu merupakan keberhasilan bagi mereka juga.
Dalam proses tarik ulur sebelumnya tim saya bahkan sempat menyiapkan persyaratan bagi saya untuk mengikuti pilgub ini melalui jalur calon independen. Tiga ratus ribu fotokopi KTP yang disertai tanda tangan pendukungan harus dikumpulkan dalam hitungan kurang dari 1 bulan. Saya sungguh sangat menghargai kerja keras tim saya yang berinisatif mengantisipasi kemungkinan itu tanpa kekurangan optimisme sedikitpun. Sebenarnya tidak jadi persoalan jika saya harus menempuh jalur itu, payung hukumnya telah jelas.
Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh masyarakat Lampung khususnya Lampung Tengah yang telah memberikan dukungan dan pengertian karena kesibukan ini mengurangi pelayanan saya kepada masyarakat.
Saya ingin mengendurkan sejenak urat syaraf dan otot-otot tubuh saya dari kepenatan. Senin, 26 Mei 2008 saya harus menyerahkan seluruh portofolio pencalonan saya dan calon wakil saya kepada KPUD Provinsi Lampung. Setelah itu tak ada titik balik. Saya mohon doa dari anda sekalian. Rawe-rawe rantas. Laa haula wa laa quwwata ila billah. Saya yakin haqqul yaqin ainul yaqin, datang dan pergi semuanya dari Engkau, tuhan pemilik jagad raya.
“Dia-lah Allah yang tiada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah yang tiada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha Perkasa, yang Maha Kuasa, yang Maha Memiliki segala keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia-lah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang Membentuk Rupa, yang Mempunyai Nama-nama yang Paling Baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Q.S. Al-Hasyr: 22-24).
Komentar
« sebelumnya selanjutnya »
Kritik dan saran alamatkan ke:



Isi website ini terkecuali komentar dan/atau buku tamu yang ada adalah tanggung jawab sepenuhnya dari Andy Achmad Sampurna Jaya. Koleksi gambar pribadi yang ada dalam domain andyachmad.com adalah hak cipta dan sepenuhnya milik Andy Achmad Sampurna Jaya. Dilarang keras menggunakan gambar pribadi yang ada dalam website ini tanpa izin tertulis dari Andy Achmad Sampurna Jaya dan segala bentuk pelanggaran akan ditidak lanjuti sesuai dengan hukum dan perundangan yang berlaku di Indonesia.