HomeArsipKontak

Catatan Harian

Engku · Feb 15, 11:52 PM

Mungkin ketika anda membaca tentang saya, jarang terbaca tentang anak-anak saya. Dalam catatan hari ini saya ingin bercerita tentang putra sulung saya: Andika Wibawa Sepulau Raya. Rasanya tak salah saya memberi nama Wibawa sebagai nama keduanya. Bicara to the point bahkan cenderung pendiam tapi pengamat yang cermat, santun, dan alim. Lihatlah fotonya, seumuran dia dulu rasanya saya belum tampil seperlente dia : )

Jum’at, 14 Februari 2008, Engku, panggilan sayang keluarga kami kepadanya, dilantik menjadi anggota DPRD Provinsi Lampung dari fraksi PBR, sekaligus menjadi anggota termuda. Rekor? Kebetulan saja. Dia pun tak menerimanya sebagai sebuah kemenangan meski setelah sekian lama berjuang mencapai posisi itu. Pengakuan dia, posisi itu hanya merupakan medan perjuangan dan aktualisasi dirinya: mengembangkan dan menyumbangkan kemampuannya bagi masyarakat Provinsi Lampung. Klise? Saya yakin dia akan mampu membuktikannya.

Kadang saya bertanya dalam hati akankah dia tahan berada dalam lingkungan politis yang sangat dinamis dan penuh godaan seperti itu. Ya, siapa yang tidak kuatir? Tapi saya akhirnya yakin dia akan mampu tumbuh dengan tegar dan kokoh. Telah berhaji, pendidikan pesantren yang intens, latar pendidikan sarjana ekonomi, pengalaman berorganisasi, lingkungan pergaulan, dan perjalanan hidupnya selama 32 tahun tentu memberi bekal yang cukup baginya. Terlebih dia selalu menolak tegas jika ada yang bilang bahwa dia maju karena bapaknya. Ya syukurlah. Sebagai anak tertua, dia juga dekat sekali dengan ibunya dan ketiga adik-adiknya, suatu hubungan batin yang pastilah akan mengawalnya juga dalam perjalanan hidup dan karir selanjutnya.

Terkadang ketika saya menatapi fotonya, saya ingat pada sosok Gajahmada, mahapatih Majapahit yang mengucap sumpah: Lamun huwus kalah Nusantara, semana ingsun hamukti palapa. Sebelum mampu menyatukan nusantara aku akan berpuasa menjauhi kesenangan dunia. Itu catatan Mpu Prapanca dalam Kitab Negara Kertagama. Sumpah yang tak main-main dan terbukti: Majapahit jaya dari tanah terbit matahari sampai tanah tempat terbenamnya matahari di bawah pimpinan Prabu Hayam Wuruk di abad ke 12. Saya berharap dia dapat mengikuti semangat Gajahmada itu.

Tapi, saya sering galau, seumurnya kapan dia akan mulai memikirkan berkeluarga? Berkarir terus tentu melelahkan. Dalam hal ini sebagai ayah saya tak setuju jika ia mengikuti jejak Gajahmada, tanpa sanak tanpa keluarga tanpa keturunan, hidup sebatangkara semata-mata demi negara. Rasanya itu bukanlah sebuah pilihan. Tapi menurut bisik-bisik adik-adiknya, dia sudah punya pilihan dengan siapa dia akan membagi kehidupan pribadinya.

Yang pasti engkau tidak sebatangkara, kami selalu bersamamu, begitu juga doa orang-orang yang menggantungkan harap pada perjuanganmu. Nah, Engku, genderang sudah ditabuh, perjuangan harus dimulai, dan tidak ada kata mundur.

Selamat berjuang, Allah beserta mu!!!

Biodata:

Nama : Hi. Andika Wibawa Sepulau Raya, S.E.
T/T.L. : Tanjungkarang, 8 Juni 1976
Pendidikan :
1. SD Negeri 2 Teladan Pahoman
2. SMP Negeri 2 Tanjungkarang
3. SMA Negeri 55 Jakarta
4. Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila Jakarta

Pekerjaan : Wiraswastawan
Pengalaman Organisasi:

1. Ketua Umum DPP Pagar Lampung (2004 – sekarang)
2. Ketua DPC PBR Lampung Tengah (2007 – 2012)
3. Bendahara Umum DPP Pemuda Reformasi Indonesia
4. Ketua Formalab Kota Bandarlampung
5. Ketua Gerakan Anti Madat Kota Bandarlampung
6. Wakil Ketua Pasukan Pembela Kesatuan Tanah Air Lampung

Komentar

  1. Selamat kepada Engku atas dilantiknya menjadi anggota DPRD Provinsi Lampung. Maju terus Engku, semoga Engku dapat menjadi contoh pemuda-pemudi lampung dalam meniti karir

    — anton · Feb 23, 06:05 PM · #

  2. mampir lagi pak.. wah putranya 4 suku kata semua ya?

    kalo anak2-saya 3 – dan semuanya 3 suku kata.. soalnya nama saya khan 3 suku kata.. like father like children :)
    selamat bekerja

    hmcahyo · Feb 27, 06:01 AM · #