HomeArsipKontak

Berita Terbaru

PAPARAN VISI DAN MISI KANDIDAT GUBERNUR · Mar 14, 01:45 AM

Selasa, 11 Maret 2008

Tahapan krusial untuk masuk ke bursa pencalonan gubernur adalah memperoleh perahu pengusung. Setelah aksi borong perahu besar dilakukan kandidat-kandidat yang sekaligus menjadi ketua partai di Provinsi Lampung, maka peluang Kanjeng dibuka melalui partai-partai tengah. Senin 10 Maret 2008 Kanjeng masuk sebagai satu dari lima cagub yang direkomendasikan oleh DPW PAN Lampung bersama Alzier Dianis, Sjachroedin, Suharto, dan Zulkifli Anwar. Menurut keterangan Ketua PAN Lampung, Abdullah Fadri Auli dalam konferensi pers tanggal 09/03/08 salah satu dasar penetapan rekomendasi itu adalah hasil survey terhadap para kandidat, namun tidak ada penjelasan tentang aspek-aspek pokok dalam survey tersebut. Selasa, 11 Maret 2008 kelima kandidat menyampaikan paparan visi dan misi masing-masing secara terbuka di hadapan Tim Pilkada DPW PAN Lampung, yang diikuti panelis yang terdiri dari akademisi berpengalaman dan tokoh masyarakat. Acara tersebut dilaksanakan di Hotel Nusantara Jln. Raya Soekarno-Hatta. Setiap kandidat mendapat waktu selama 1 jam untuk memaparkan visi dan misinya serta menjawab pertanyaan panelis.

Pada kesempatan ini Andy Achmad Sampurna Jaya mendapat 12 pertanyaan dari 5 anggota panelis. Ardi Hamzah mengajukan pertanyaan seputar kiat Kanjeng meraih legitimasi dari masyarakat dalam pilkada, penanganan permasalahan yang ada di pemerintahan, masyarakat, dan isu keberagaman (multi etnis). Secara prinsip Andy Achmad Sampurna Jaya menjawab bahwa sistem demokrasi Lampung kedepan harus mengedepankan kebersamaan dan budaya sebagai perekat bangsa, bahwa pemimpin yang baik harus mengerti apa yang menjadi harapan masyarakat yang dipimpinnya, serta harus bisa memanusiakan manusia (menghargai dan menghormati orang lain).

Berikutnya panelis Azwir mengajukan 3 pertanyaan tentang kiat Andy Achmad Sampurna Jaya bila terpilih sebagai gubernur untuk menyelesaikan masalah antara buruh dan pengusaha dalam isu kesejahteraan, pengakuan hak milik petani, masalah permodalan yang sulit bagi petani kelas bawah, dan konsep pemimpin teladan. Dalam jawabannya Kanjeng menjelaskan harus ada kesepakatan yang jelas antara pengusaha dan buruh dalam surat perjanjian (MoU) dan pemerintah dilibatkan sejak awal kesepakatan tersebut sebagai penengah. Pemerintah harus mampu membeli gabah atau produk pertanian pangan dengan harga di atas harga tengkulak untuk meminimalisasi jatuhnya harga gabah di tingkat petani sehingga petani mampu mensejahterakan keluarganya dan meningkatkan produksi pertaniannya. Konsep pemimpin teladan menurut Andy Achmad Sampurna Jaya belum bisa diungkapkan, hanya, pemimpin teladan menurutnya adalah pemimpin yang memiliki sikap terbuka (open minded) serta hati nurani.

Panelis Syarif Makhya, akademisi dari UNILA mempertanyakan tindakan Andy Achmad Sampurna Jaya untuk mengimplementasikan visi dan misi yang disampaikan, bagaimana kiat Kanjeng dalam menghadapi tantangan legislatif dan kalangan birokrasi, dan solusi yang dilakukan bila distribusi anggaran tidak merata. Jawaban atas pertanyaan panelis ini adalah harus ada kebersamaan positif dalam visi dan misi antara legislatif dan eksekutif, komunikasi dengan kepala daerah secara horizontal dan vertikal harus intens dilakukan untuk memantau dinamika masyarakat.

Panelis lain mempersoalkan bagaimana memajukan Lampung dengan melihat berbagai permalasahan yang terjadi. Andy Achmad Sampurna Jaya menjawabnya bahwa harus ada kebersamaan sebagai perekat bangsa; sarana dan prasarana transportasi harus dipercepat pengadaannya untuk memperlancar dinamika masyarakat terutama bagi percepatan pembangunan dan ekonomi; harus ada perimbangan keuangan yang adil antara pusat dan daerah terkait dengan hasil bumi yang ada; mengkaji ulang, mengurangi atau meniadakan proyek pembangunan infrastruktur yang bersifat kebanggan semata tanpa memikirkan aspek ekonomisnya (politik mercusuar).

Sementara pertanyaan terakhir disampaikan oleh panelis Edison menyangkut mengapa Andy Achmad Sampurna Jaya tidak memasukkan pembangunan berwawasan lingkungan sebagai poin utama, bukan hanya sebagai poin pendukung; pemikiran kanjeng tentang kaitan konsep ketahanan pangan dengan pengadaan energi berkelanjutan; dan seberapa yakin kanjeng dalam mengikuti PILGUB? Jawaban yang diberikan Andy Achmad Sampurna Jaya adalah bahwa pembangunan berwawasan lingkungan telah menjadi bagian dari konsep pembangunan yang telah dicanangkan selama ini di Lampung Tengah; harus dibuat pasar bersama, membangun agropolitan, diadakannya pelatihan bagi organisasi yang terkait dengan perkembangan dan industri, memudahkan permodalan bagi petani, meningkatkan dana bantuan LUEP, membuat prioritas di bidang pertanian, relokasi dan rehabilitasi infrastruktur serta mengembangkan model pariwisata berkelanjutan(agrowisata, wisata budaya, wisata alam, dll.). Pada akhir paparannya dengan tegas Andy Achmad Sampurna Jaya menyatakan keyakinannya lahir batin siap maju dalam PILGUB kali ini. (erha)

Komentar

  1. Kepada ytha sdar team Andy Acmad Centre. di temapt.

    Dengan hormat,
    Kritik” Saya sangat menyayangkan/ sesalkan website blok kanjeng Andy achmad sesederhana ini, tidak friasi art yang menarik, cobalah buat website yang resmi dan bonafit serta dengan berita berita yang baru, serta isue counter kontra politik yang jelas dan gamblang. Andy Acmad Centre kami pikir dan yakin cukup mampu dibidang ini, apalagi kami semua personil nya mempunyai SDM yang Mapan.

    Hal, lain, hasil pengamatan kami di lapangan, kinerja team AAC tidak maksimal, dan tidak sistematik, kelumpuhan kinerja team AAC setiap kabupaten sangat menkhawatirkan, banyak kelemahan disana sini, pertanyaan nya apakah team kabupaten akan di skenariokan Mati Suri ?” kami sebagai masyarakat hanya berharap semoga kemukzizatan yang dapat memenangkan Andy achmad & suparjo jika kinerja team melempem .

    Ataukah ada masalah lain, “ dalam hal…..? “ tentunya permainan Pemilihan Gubernur jangan main-main, jika serius maka harus dibentuk team konsultan andy achmad dan suparjo. yaitu sesorang yang mengerti tentan Provinsi lampung, baik kultur,potensi, topograpi, monograpi lampung umumnya. dll

    Kami mohon, semua itu segera di pacu dan dibenahi, Harus Serius…) dengan melihat website ini, saya pribadi menilai berarti ini cermin “main-main alias tidak serius “ Sekian teimakasih

    yosep arnoly · Jun 25, 05:59 PM · #

  2. Assalamu’alaykum, membaca kritik dari pak Yosep, mungkin bisa diterima, tetapi tidak berarti itu hal yang dominan dalam penyampaian pesa. Bagi saya yang memang pengguna internet sebagai bagian sumber informasi, bukan untuk cuci mata, maka content dari situs lebih bernilai dari aksesoris yang justru merugikan saya karena menghabiskan bandwith serta resource dikomputer. Bukankah kita perlu berhemat dan pandai dalam menggunakan teknologi? Karena itu justru saya menyarankan kepada team AAC untuk memperbanyak situs pendukung dengan memberi pelatihan kepada masyarakat tentang cara pakai internet, membuat blog atau situs, dan lebih penting lagi membuat terminal akses internet gratis dipos-pos dukungan…

    Sebab apaguna situs di internet jika tidak dapat di akses oleh audiens yang dituju…

    Selamat berjuang pak, salam dari mantan Ketua Umum LDII H.HARTONO SLAMET di Depok.

    Supriono · Jun 26, 02:23 PM · #

  3. @yosep: pak andy tuh orangnya sederhana, lagipula buat apa bikin blog full art? ntar jadi blognya desainer, bukan blognya cagub .. hahahaa..

    @supriono: saya setuju dengan komentar anda, membuat wadah informasi yang jelas tanpa menggunakan penampilan yang wah hanya tuk sekedar menutupi kekurangan.

    Maju terus pak andy!!

    — yusron ardi · Aug 8, 07:43 AM · #