HomeArsipKontak

Berita Terbaru

PILGUB dan Social Engineering · Apr 7, 09:58 AM

Ketika pertama kali saya mengusulkan gagasan membuat PROFILE WEB sebagai media sosialisasi dan promosi pribadi untuk Kanjeng di dunia maya, beberapa pihak meragukan efektivitas pengaruh media itu. Tetapi dengan kearifan dan kejelian Engku sebagai kalangan muda yang banyak berkutat memanfaatkan teknologi ini akhirnya disepakati untuk mewujudkannya.

Memang dapat dimaklumi keraguan terhadap efektivitas web, jika dilihat dari tingkat akses internet pada masyarakat di Provinsi Lampung yang relatif masih rendah. Tetapi kalangan terbanyak pengguna internet adalah pelajar, mahasiswa, dan kalangan akademisi, serta profesional muda di perusahaan-perusahaan. Personal image, jika dikelola secara baik akan mudah tertanam dan tersebar melalui kalangan ini. Efek pembicaraan dan pemikiran kalangan ini jauh lebih kuat dibandingkan dengan efek yang muncul dari bertebarnya poster, spanduk, baliho raksasa yang kurang mampu memaparkan gagasan dan pemikiran tokoh yang tergambar di dalamnya. Melalui web berbagai pemikiran, visi, misi, profil pribadi, dan berbagai moment kegiatan dapat ditampilkan secara cepat dan lengkap.

Pengaruh web di kalangan muda terbukti nyata pada perang kampanye pertengahan Maret ini antara Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi dengan partai oposisi seterunya yang dimotori oleh mantan Deputi Perdana Menteri melalui Partai Keadilan. Kekuatan Barisan Nasional yang telah puluhan tahun mendominasi peta perpolitikan Malaysia mampu digerogoti secara signifikan melalui web, blog, dan sms. Hasilnya, BN kehilangan mayoritas di parlemen dan kalah di 5 negara bagian. Menanggapi kekalahan itu Badawi menyatakan “..Ini menyakitkan, tetapi datang pada saat yang tepat, bukan terlambat. Pemerintah akan merespon secara lebih efektif”.

Kasus di Malaysia terjadi karena kampanye partai oposisi melalui media umumnya tidak mendapat porsi layak dan mudah diintervensi karena kebanyakan perusahaan media dimiliki oleh anggota partai BN. Dalam ranking kebebasan pers, Malaysia berada pada urutan ke 124 dari 169 negara. Jadi wajar jika oposisi mencari alternatif jalur lain. Internet merupakan pilihan tepat karena sebagai negara yang telah memasuki era modernisasi tingkat akses internat di negara itu cukup tinggi. Kalangan muda sekarang juga lebih bersifat individual dan cerdas.

Apakah fenomena itu akan berlaku pada pilgub Lampung 2008? Nampaknya tidak. www.andyachmad.com merupakan salah satu dan mungkin satu yang terpopuler profile web dari kandidat calon gubernur Lampung yang ada. Kandidat lain kalaupun ada hanya menggunakan web pemerintah daerah yang ada. Jadi bagaimana mau bersosialisasi dengan media IT? Tetapi kecenderungan kalangan muda, akademisi, dan profesional di Lampung relatif sama di manapun di dunia: makin cerdas, individual, melihat track dan kepribadian, bukan retorika kandidat, merasa lebih nyaman duduk berjam-jam di depan layar komputer surfing kemana-mana dari pada terlibat kegiatan massa berpanas-panas, berhujan-hujan berdesak-desakan. “… Capek deh…!!!” begitu komentar mereka.

Hanya yang mampu menguasai dan mengelola informasi serta teknologi informasi yang akan menguasai dunia. Itu kesimpulan Jhon Naisbit dalam buku Megatren yang terbit menjelang Milenium ke II. Melalui teknologi ini, kebohongan dapat diulang-ulang dan dikemas sehingga akhirnya diterima sebagai kebenaran, kebenaran diperlakukan sama sehingga akhirnya diterima sebagai kebohongan. Jadi bijaksanalah. (erha)

Komentar