HomeArsipKontak

Berita Terbaru

Dukungan Partai Demokrat Kepada Hi. Andy Achmad Sampurna Jaya · May 23, 11:45 PM

Sabtu, 23 Mei 2008 pukul 11.30 merupakan titik penting dalam garis perjalanan Kanjeng menuju BE-1. Legalitas perahu partai yang selama ini menjadi ganjalan akhirnya dapat diraih. Rekomendasi tertulis DPP Partai Demokrat telah dikantongi. Surat bernomor 50/RKMD/DPP.PD/V/2008 ditandatangani tanggal 23 Mei 2008 di Jakarta oleh Sekjen H. Marzuki Alie, S.E., M.M. dan Ketua Umum Hadi Utomo. Pagi ini surat sakti itu dibawa langsung dari Jakarta oleh H.M. Peter Tji’din Ketua Plt. DPD Partai Demokrat Provinsi Lampung didampingi oleh Korwil Partai Demokrat. Euphoria mungkin sebutan berlebihan tetapi turun dari pesawat di Bandara Radin Intan Branti beberapa kader langsung mengusung Kanjeng, meskipun Kanjeng sempat protes.

Di kantor DPP PD Provinsi Lampung Jl. Diponegoro Pahoman isi surat itu dibacakan oleh ketuanya didampingi kader Partai Demokrat dan Hi. Azhari Ali, Ketua DPP Partai Bintang Reformasi Provinsi Lampung yang telah lebih dahulu memberikan dukungannya. Koalisi PBR dan PD untuk Kanjeng dinamai Koalisi Demokrasi Rakyat. Demokrasi dalam koalisi ini diakronimkan untuk Demokrat dan Reformasi. Usai pembacaan, Ketua DPP PD langsung memberikan instruksi kepada seluruh kader PD untuk memberikan dukungan total untuk pemenangan Kanjeng.

Begitu banyak upaya yang dilakukan pihak-pihak yang merasa berkepentingan atas gagalnya Kanjeng untuk maju. Tapi Kanjeng terlihat santai saja, jarang terlihat ia tegang. Siapapun yang berpapasan dengannya senyum ramah selalu mewarnai wajahnya. Jarang yang tahu begitu banyak gunting yang memotongnya dalam lipatan, tapi tak pernah dibukanya, tak pernah disingkirinya, meskipun itu orang-orang yang mengaku pendukungnya sendiri. Ketika ditanya kenapa, ia hanya menyebut falsafah bahwa kita harus meluruskan yang bengkok, bukan mematahkannya. Dengan begitu tak ada yang rusak dan mungkin kelak ada gunanya. Menerapkan falsafah sederhana itu dalam situasi yang pelik bukanlah hal yang mudah, terlebih jika menyangkut perasaan dan harga diri. Sebagai pesilat, Kanjeng tahu persis bahwa mengalahkan musuh lebih mudah dengan merangkulnya daripada berhadap-hadapan. Pesilat sejati tak pernah mencari musuh, tapi jika musuh datang pantang dihindari. Nah, kuda-kuda sudah mulai disiapkan… (erha)

Komentar

  1. kenapa kanjeng meninggalkan PPRN yg sudah bersiap2 untuk mendukung dengan sepenuh hati?

    — SALIM_DULU · Jun 21, 08:23 AM · #