Berita Terbaru
Nomor Urut · Jul 11, 07:56 AM
Bagi sebagian orang, nomor dapat memiliki makna tertentu yang sangat penting, bahkan ada yang sampai menolak nomor tertentu karena dianggap membawa masalah, misalnya nomor 12 atau 13. Blok-blok di perumahan tempat saya tinggal di Rajabasa bahkan tidak ada yang diberi nomor 13 oleh pengembangnya karena kuatir tidak ada yang beli. Begitu juga kebanyakan nomor-nomor kamar di hotel. Tapi ada juga yang tidak peduli. Saya termasuk di antaranya. Saya menikah tanggal 13, anak pertama saya lahir tanggal 13, 10 bulan kemudian. Sampai 24 tahun kemudian rumah tangga saya rukun-rukun saja, anak saya itu juga sehat-sehat saja, bahkan sekarang juga sudah kerja di Jakarta.
Tapi untunglah (???) jumlah pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Lampung periode 2009-2014 tidak sampai 13, sehingga faktor kepercayaan yang dianggap takhayul, yang tumbuh pada sebagian masyarakat itu tidak jadi kendala teknis yang merepotkan. Misalnya ada calon yang menolak ketika mendapat undian nomor urut 13 dan gambar pada nomor urut 13 terpaksa dikosongkan. Jangan-jangan nanti para pemilih yang tadinya berniat golput malah berbondong-bondong ke TPS tetapi yang dicoblos nomor 13 yang kosong itu.
Saya ingat Pilpres 2004, saat itu jumlah calon sangat banyak. Ketika menerima undian nomor urut, Amin Rais mendapat nomor 13. Ketika itu sang guru besar UGM itu hanya tersenyum lebar sementara respon dari hadirin adalah tawa terpingkal-pingkal. Tawa itu tentu tidak bermaksud mentertawakan, tetapi mungkin merupakan reaksi lucu atas kontradiksi antara harapan sang kandidat presiden dan kekuatiran atas efek sial yang dibawa angka 13. Sebagai seorang cendikiawan dan ulama, Amin Rais tentu tidak pernah memakai kalkulasi takhayul itu dalam aspek kehidupannya. Ketika akhirnya ia tidak memperoleh jumlah suara yang dapat membawanya menjadi Presiden, penyebabnya pasti bukan nomor urut itu.
Nomor urut pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur ditetapkan melalui teknik random yang dilakukan melalui komputer. Jika sebelumnya urutan calon ditetapkan berdasarkan nama secara alfabetis, maka penetapan urutan kali ini diperlukan untuk pencetakan tanda gambar dan kertas suara. Sekali lagi, tentu saja nomor urut tidak akan berpengaruh terhadap perolehan suara, karena masyarakat sekarang hidup di zaman serba rasional.
Meskipun demikian memang ada keuntungan teknis yang dapat diperoleh pada angka-angka tertentu. Misalnya dalam hal visualisasi verbal ketika kampanye, jurkam yang mewakili kandidat nomor urut 1 cukup mengacungkan jari telunjuk, dengan asosiasi bahwa kecap terbaik adalah kecap nomor 1 :) Angka 2 divisualisasikan dengan jari telunjuk dan jari tengah yang membentuk hurup V yang berasosiasi dengan kata VICTORY yang berarti kemenangan. Angka 3 divisualisasikan dengan mengacungkan ibu jari, telunjuk, dan kelingking, yang diasosiasikan dengan gerakan kebebasan, dan anti kemapanan yang tidak juntrung sebagaimana yang senantiasa diacung-acungkan oleh para penyuka musik cadas. Angka 4 agak sulit menvisualisasikan karena akan diasosiasikan kepada apa. Sementara nomor urut 5 (yang diperoleh Kanjeng) mudah memvisualisasikannya tetapi harus diasosiasikan secara kuat kepada apa. Jika tidak, wah bisa ditafsirkan sebagai ucapan selamat jalan, atau bahkan sebagai tindakan lepas tangan.
Nah, tugas Tim Jurkam Kanjeng untuk membuat asosiasi yang kuat dan mengikat pikiran konstutuennya. Asosiasi yang bagus adalah jika berkait dengan visi dan misi yang dibawa Kanjeng, atau dengan semangat kebersamaan yang selalu digemakannya di berbagai kesempatan. Lima jari terbuka untuk mengingatkan pemilih pada nomor 5, diikuti dengan tangan mengepal yang menggambarkan kesatuan dalam semangat kebersamaan untuk mencapai harapan bersama. Lima jari juga dapat digunakan untuk mengurutkan prioritas program yang dijanjikan.
Sekali lagi, nomor urut calon hanya aspek teknis dalam pencetakan kertas suara dan tanda gambar. Hanya program nyata, konsep yang logis realistis, dengan dukungan kerja tim yang solid yang akan mampu menggiring sebanyak-banyaknya pemilih untuk mencoblos angka itu. (Erha)
Komentar
« sebelumnya selanjutnya »TULISAN BARU NIH:
YANG BARU KOMENTAR:
Kritik dan saran alamatkan ke:



Isi website ini terkecuali komentar dan/atau buku tamu yang ada adalah tanggung jawab sepenuhnya dari Andy Achmad Sampurna Jaya. Koleksi gambar pribadi yang ada dalam domain andyachmad.com adalah hak cipta dan sepenuhnya milik Andy Achmad Sampurna Jaya. Dilarang keras menggunakan gambar pribadi yang ada dalam website ini tanpa izin tertulis dari Andy Achmad Sampurna Jaya dan segala bentuk pelanggaran akan ditidak lanjuti sesuai dengan hukum dan perundangan yang berlaku di Indonesia.