Berita Terbaru
Deklarasi Hi. Andy Achmad di Lampung Timur · Jun 27, 09:57 PM
Sukadana adalah ibukota Kabupaten Lampung Timur, terletak di bagian timur Lampung, ± 80 km dari Bandar Lampung ibukota propinsi, ditempuh 90 menit perjalanan. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.325,03 Km2 dengan jumlah penduduk sekitar 860.000-an jiwa yang tersebar di 24 kecamatan terdiri dari berbagai suku (Lampung, Jawa, Bali, Sunda dan lain-lain). Lampung Timur termasuk Wilayah Tujuan Wisata C dalam strategi pengembangan wisata nasional bersam-sama dengan DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Di Resort Way Kanan, dalam wilayah Taman Nasional Way Kambas, pengunjung yang beruntung dapat melihat satwa liar yang berkeliaran atau melintas. Way Kanan adalah surga pencinta alam dikarenakan flora dan faunanya. Kawasan ini merupakan lokasi Sumateran Rhino Sanctuary, Proyek Penelitian Populasi Badak Sumatera di habitat aslinya setara peneletian Populasi Harimau Sumatera. Way Kanan memiliki kondisi lingkungan alam yang relatif asli berupa Hutan Tropis Dataran Rendah primer. Beberapa ekosistem dapat diamati sepanjang Sungai Way Kanan dengan speed boat. Di samping berbagai jenis tumbuhan, dapat dijumpai berbagai jenis satwa dari kelompok Mamalia, Primata, Reptilia, Pisces, dan Aves, serta burung langka yang dikenal dengan Mentok Rimba (Cairina sculata).
Wisata alam disediakan oleh Danau Kemuning terletak di Desa Srimenanti Bandar Sribhawono dan Danau Jepara, terletak di Way Jepara lebih kurang 50 km dari kota Sukadana. Aksebilitas menuju objek wisata ini cukup baik dan lancar. Danau-danau ini memiliki nuansa alam yang sejuk dengan penampakan air yang bening, dan diyakini air danau ini dapat menyembuhkan beberapa penyakit dan bagi mereka yang menggunakan air tersebut unuk keperluan mandi, dapat segera menemukan jodoh. Selain dapat menikmati keindahan dan kesejukan alam yang memiliki karakteristik tersendiri, di objek wisata ini para wisatawan dapat melakukan kegiatan memancing, lintas alam, pusat perkemahan, dengan fasilitas cukup lengkap, toko-toko cinderamata.dan lain-lain.
Persinggahan Wisata Way Curup di kecamatan Mataram Baru merupakan tempat beristirahat (stop over) bagi wisatawan, khususnya dari Bandar Lampung yang akan menuju ke TNWK melalui Sribhawono atau sebaliknya. Tersedia rumah makan khas masakan Lampung lengkap dengan kolam pemancingan, wartel, tempat penjualan cinderamata, fasilitas parkir yang luas, nuansa alam sejuk dan indah dengan pemandangan hamparan sawah dan air terjun.
Wisata Budaya dapat dinikmati di Desa Wana, 7 km dari jalur Bandar Lampung-Way Kambas, salah satu dari 7 desa inti masyarakat Lampung Melinting. Arsitektur tradisional berupa rumah panggung khas masyarakat Lampung Melinting masih cukup banyak terlihat di sini. Tari Melinting yang populer biasanya dipertunjukan saat menerima kunjungan tamu atau wisatawan. Nuansa kehidupan khas masih sangat terasa, berikut acara-acara tradisi yang masih dilaksanakan masyarakat setempat, seperti upacara perkawinan, pertemuan adat dan lain-lain. Sesat Agung merupakan satu bangunan Adat Lampung (Rumah Adat Pepadun) yang berlokasi di Sukadana, luas bangunan kurang lebih 250 m² yang terdiri dari 2 (dua) lantai. Bangunan ini digunakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan adat, seperti musyawarah adat, prosesi dan atraksi-atraksi seni budaya khas Lampung Timur, dan merupakan sarana informasi budaya Lampung Timur. Museum Budaya terletak di Sukadana, merupakan museum insitu, dengan bentuk bangunan khas Gajah Meghem/Gajah Duduk yang memiliki luas 480 m². Bangunan ini merupakan salah satu bangunan tradisional peninggalan dari Suttan Kencana yaitu keturunan ke-11 dari Minak Rio Kudu Islam.
Potensi yang dimiliki kabupaten ini sungguh sangat menjanjikan. Deposit minyak bumi dan gas terdapat di lepas pantainya. Dengan semakin besarnya porsi hasil ekploatasi cadangan minyak dan gas bagi daerah otonom, maka PAD daerah ini semakin besar. Lahan pertanian yang luas dengan kondisi kesuburan yang masih terjaga, perairan timur yang memiliki ketersediaan ikan dan produk kelautan yang cukup baik ditunjukkan dengan tingginya aktivitas bongkar muat di pelabuhan pendaratan ikan Labuhan Maringgai. Potensi pariwisata juga sangat besar, bahkan memiliki level dunia. Ironisnya, dengan potensi daerah yang begitu besar, angka kriminalitas di Lampung Timur adalah tertinggi di Provinsi Lampung. Bahkan info dari kepolisian setempat, ada 14 jenazah pelaku kriminal asal Lamtim dikirim dari Jabodetabek selama 5 bulan terakhir. Tingkat kriminalitas yang tinggi berkorelasi dengan rendahnya tingkat kesejahteraan penduduk. Rendahnya kesejahteraan penduduk berkorelasi dengan rendahnya kemampuan dan peluang penduduk untuk mengakses sumber-sumber daya yang ada di wilayah tersebut. Ketidakmampuan mengakses ini dipengaruhi dengan rendahnya tingkat pendidikan dan berbelitnya birokrasi pelayanan publik.
Kanjeng sangat concern terhadap hal-hal yang menyangkut kepentingan publik. Ketika menjabat sebagai Bupati Lampung Tengah ia mengembangkan berbagai program yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dari tingkat bawah. Program BJW, pemberian insentif bagi guru mengaji, penjaga rumah ibadah adalah beberapa program dalam rangka tersebut. Program yang berkaitan langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas utamanya. Ya, jika ada yang berkata semua bisa sejahtera, maka Kanjeng menyatakan: semua harus sejahtera!!!
(Erha)
Komentar
« sebelumnya selanjutnya »TULISAN BARU NIH:
YANG BARU KOMENTAR:
Kritik dan saran alamatkan ke:



Isi website ini terkecuali komentar dan/atau buku tamu yang ada adalah tanggung jawab sepenuhnya dari Andy Achmad Sampurna Jaya. Koleksi gambar pribadi yang ada dalam domain andyachmad.com adalah hak cipta dan sepenuhnya milik Andy Achmad Sampurna Jaya. Dilarang keras menggunakan gambar pribadi yang ada dalam website ini tanpa izin tertulis dari Andy Achmad Sampurna Jaya dan segala bentuk pelanggaran akan ditidak lanjuti sesuai dengan hukum dan perundangan yang berlaku di Indonesia.