HomeArsipKontak

Berita Terbaru

Quo Vadis? · Sep 29, 07:21 PM

Pilgub berakhir, bahkan tanpa putaran kedua. Hasilnya sudah jelas dan ditetapkan secara resmi oleh KPU Lampung. Terlepas dari riak-riak yang muncul pasca pilgub, secara umum Pilgub Lampung sangat damai, semua proses berlangsung melalui saluran dan koridornya. Dalam hal ini saya bangga jadi orang Lampung. Tapi, dengan sekian banyak persoalan yang dihadapi, dapatkah kepemimpinan Lampung yang baru mengentaskan Lampung dari predikat Provinsi Termiskin ke 2 di Sumatera? Buruknya pelayanan publik, rendahnya mutu proyek-proyek infrastruktur, nepotisme yang kental mewarnai birokrasi, tidak adanya visi yang jelas serta action plan yang secara sistematis dapat mengangkat potensi sumberdaya alam serta harkat dan martabat masyarakat Lampung, menimbulkan tanda tanya besar dan pesimisme.

Tapi marilah kita menjadi manusia yang merdeka, berbuat dalam kerangka apa yang dapat kita berikan, bukan berbuat karena apa yang dapat kita ambil. Bumi Lampung akan sejahtera jika masyarakat Lampung selalu menjaga kemerdekaan dirinya.

Jika kemarin kita memilih pemimpin karena melihat kulit (atribut duniawi), tergiur pada retorika janji-janji, iming-iming ini dan itu, atau saweran yang tak seberapa dibandingkan kerusakan yang akan timbul jika kita salah memilih, maka marilah kita bersiap-siap menerima akibat dari perbuatan kita sendiri.

Jika ternyata pemimpin yang terpilih jauh dari nilai-nilai hakiki kepemimpinan, maka pimpinlah diri kita sendiri untuk tidak mengikuti jejak dan perbuatannya. Itu merupakan satu-satunya kekuatan individual untuk ikut menentukan hitam putihnya Tanah Sang Bhumi Ruwah Jurai ini. Jadi, bijaksanalah pada diri sendiri!

Tugas saya di AAC berakhir seiring dengan berakhirnya kegiatan formal berkaitan dengan Pilgub Lampung. Kepada semua rekan yang selama ini saling baku hantam dalam pekerjaan: Mas Roy, Mbak Anna Tiasi, Mas Eeng, Pak Haji Agus Cip, Mas Agus Revolusi, dik Rahma, dan Septiana, Anton jorok, Aji dan Ijal di dapur, terima kasih atas segalanya, dan mumpung lebaran nih mohon maaf lahir dan batin ya. Percayalah semua kesalahan yang ku perbuat itu memang kusengaja demi kebaikan kita semua :)

I’ve done my best, let’s Allah does the rest. C u in the next life.

Erha

P.S.: this is my acount: cibodaswithu@yahoo.com

Commenting is closed for this article.